Puisi "Kisah Termanis di Bulan Juni"
Oleh : Desi Safitri, S. Pd
Kisah Termanis di Bulan Juni
Antara aku dan dia
Bertemu di malam selasa
Saat cahaya remang-remang manja
Bertatap langsung seraya tertawa mesra
Kisah Termanis di Bulan Juni
Pelan-pelan dia berkata
Kemudian mengambil kotak berwarna merah muda
Membuat wajahku tak kuasa merona
Bak kepiting rebus dimasak penuh cinta
Kisah Termanis di Bulan Juni
Aku dibuatnya terpesona
Setiap hari bersenandung bahagia
Aku dibuatnya terbang bersama rayuannya
Setiap hari tanpa dusta
Kisah Termanis di Bulan Juni
Bagai masakan yang tak ada duanya
Dibumbui dengan penuh kecanduan rasa
Membuat aku dan dia selalu bersama
Tak pernah terbebani oleh luka
Kisah Termanis di Bulan Juni
Tak ada yang berani menghujat
Karena raga sudah terikat
Dalam album pertama ketika jiwa terjerat
Karena aku dan dia selalu berusaha taat
Kisah Termanis di Bulan Juni
Saat ada yang mulai menghitam
Aku dan dia tak pernah kelam
Sama-sama menghantam kejam
Ketika muncul keraguan jahanam
Kisah Termanis di Bulan Juni
Akan terkesan bagi yang menjalankan
Dengan penuh kecanduan asrama
Dengan penuh keteguhan jelaga
Tak akan ada yang berani memisahkan
Kisah Termanis di Bulan Juni
Berapa kali ada yang menghantui
Kami hanya tertawa geli
Berapa kali ada yang iri
Kami hanya memberi senyuman hakiki
Kisah Termanis di Bulan Juni
Terekam luas tanpa batas
Bagai Elang dan Merpati
Terbang bebas di alam luas
Kembali pulang dalam kidung Ilahi
Palangka Raya, 02 Juni 2020
Komentar
Posting Komentar