Postingan

"Nyanyian Rinduku, Untukmu"

Gambar
"Nyanyian Rinduku, Untukmu" Oleh Desi Safitri, S. Pd Tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Hingga aku tak sadar jikalau sekarang sudah masuk lima tahun hubungan kita. Kau dan aku dipisahkan oleh tugas Negara. Kau di sana dan aku di sini. Kita sama-sama berjuang untuk menjadikan bangsa ini maju dan aman. Aku seorang pengajar dan kau seorang prajurit kebanggaan Bangsa ini. Rindu memang tak terbendung lagi, seakan mengelitik sendi nadi.  Nyanyian rinduku, ku tulis lewat puisi atau pun cerpen dan novel. Kisah indah cinta kita, agar tersusun rapi di sana. Abadi sampai nanti kita ditakdirkan benar-benar bersama.  Ada suka dan duka selalu menghiasi bumbu cinta kita. Bahkan kadang tak terhalangkan sering berdebat luar biasa. Itu hanya sebentar saja kemudian berbaikan lagi. Kau bilang padaku, usia kita tak muda lagi. Bukan seperti anak kemarin sore. Saat ini kita diberikan kesempatan untuk menata karir agar lebih baik. Maka jangan sia-sia itu, sebab hari ini dan esok berbeda alur cer...

Materi Dari Ibu Sri Sugiastuti

20. Materi Dari Ibu Sri Sugiastuti         Berbagi pengalaman menerbitkan buku. Dari ibu hebat yang sangat menginspirasi. Yaitu bu Sri Sugiastuti. Perempuan yang terlahir pada tanggal 8 april 1961, Beliau mengabiskan masa masa kecilnya di jakarta, sejak usia 1 tahun hungga lulus SMA. Melanjutkan kuliah di UNS, setelah lulus mengajar di jakarta  hingga tahun 1990. Cinta dan tanggung jawabnya kepada keluarga membawanya hijrah ke solo.         Sejak tahun 1990 hingga saat ini, karir menulisnya dimulai ketika usinya menjelang setengah abad. Beliau mengambil kuliah S-2 lagi jurusan pengkajian Bahasa Inggris. Linier dengan jurusan yang diambil sebelumnya. Melalui audio, dengan suara yang lembut beliau menyampaikan pengalaman dan perjuangannya. Untuk menggugah motivasi kami sebagai penulis. Beliau menyampaikan pada tahun 2010 merupakan tahun keberuntungan bagi beliau menerbitkan 2 buku. Yaitu buku SPM Ujian Nasional Bahasa Inggri...

Membuat Outline Agar Tulisan Tidak Hilang

10.Membuat Outline Agar Tulisan Tidak Hilang     Pak Jumanto Ketua PGRI Rembang Jawa Tengah, ketika awal menulis, beliau menulis proses perjalanan hidupnya, mengawali rutinitas dari menulis puisi. Menulis puisi itu mudah. Setiap ada ide maka beliau tulis, tahun 2004 beliau mulai ditantang oleh Prof. Dr. Sarwiji Suuwandi, guru dan  sebagai orang tua untuk menulis Buku Ajar .prof Sarwiji memberikan tantangan karena beliau selaku guru meneliti buku-buku pelajaran yang dipakai di sekolah. Dengan bimbingan orang yang sangat dikaguminya, beliau dapat menyelesaikan 3 buku ajar untuk SMP dan 5 buku ajar untuk SMA.     Satu bulan pertama hanya menyelesaikan 1 buku ajar untuk kelas VII SMP/Mts. Buku ajar untuk  kelas VIII dapat beliau selesaikan 2 minggu. Selanjutnya beliau dapat menyusun naskah buku untuk kelas IX dan untuk SMA rata-rata dalam waktu 2 minggu. Buku-buku tersebut dinilaikan ke Pusat Perbukuan. Proses selanjutnya beliau harus belajar mengedi...

Menulislah Maka Kita Akan Menjadi Kritis

Menulislah Maka Kita Akan Menjadi Kritis       Menulis artikel adalah sebuah ketrampilan. Kita akan trampil jika rajin berlatih. Sikap giat berlatih akan muncul hanya jika ada motivasi yang kuat. Bagi umat Islam, misalnya, motivasi bisa muncul dari keinginan untuk mengamalkan QS Al-Alaq 1-5. Di situ, ada petunjuk agar kita aktif membaca sekaligus ada pula rangsangan untuk gemar menulis.     Intinya menulis adalah sebuah keterampilan, semakin kita giat menulis, maka akan semakin bagus. Semangat bisa semakin tinggi jika melihat fakta menarik di sekitar kita. Bahwa, aktif menulis artikel bisa bermuara kepada lahirnya buku demi buku. Bahwa, trampil menulis artikel dapat bermuara untuk juga cakap menulis buku.     Bersemangatlah dalam menulis artikel, agar kita menjadi cakap menulis, dan akan naik tingkat menjadi penulis buku. Perlunya pembiasaan dalam menulis buku : Banyak membaca adalah modal utama penulis. Dengan sering membaca seseorang ...

"Maha Cinta" Oleh : Desi Safitri, S. Pd

Gambar
Pentigraf 3 "Maha Cinta" Oleh : Desi Safitri, S. Pd Allahu Akbar....Allahu Akbar...Terdengar jelas suara adzan dikumandangkan dari masjid Batalyon. Raka terbangun dari mimpi, tak biasanya Raka terlambat bangun sebelum adzan salat subuh. Bergegas Raka pergi ke kamar mandi. Secepat kilat pula Raka sudah sampai di depan gerbang Masjid Batalyon. Tampak di dalam beberapa Remaja Barak, baru berdiri untuk melaksanakan salat subuh berjamaah, tak menunggu lama Raka pun masuk untuk ikut salat subuh berjamaah. Raka tak pernah sedikit pun berani meninggalkan perintah dari Allah SWT. Raka merupakan Remaja yang paling taat dari kawan-kawannya.  "Izin Uda, siang nanti ada acara ke mana?" tanya Saka pada Raka.  "Uda, mau ke rumah kawan. Ada apa, Saka?" tanya Raka pada Saka.  "Siapa tahu, saya boleh ikut Uda. Pengen juga lah keliling kota ini." jawab Saka pada Raka.  "Oh itu, boleh lah. Kebetulan Uda pergi sendirian juga, sebenarnya tadi mau ngajak kamu. Ham...

"Buku Novel Perdanaku Terbit, Berkat Bu Kanjeng"

Gambar
"Terima Kasih Bu Kanjeng, Buku Novel Perdanaku yang berjudul "Pokemon Loreng" Terbit, Atas Dukungan Ibu" Oleh: Desi Safitri, S. Pd Alhamdulillah, tak henti-hentinya saya bersyukur atas berkat, rahmad dan karunia dariNya. Hari ini saya sangat bahagia, buku novel perdana saya sudah sampai ke dalam pelukan. Meskipun, sempat nyasar ke Kabupaten Kota Waringin Barat, yaitu Pangkalan Bun. Itu real, kesalahan dari pihak Lion Parcel dan mereka juga sudah meminta maaf.  Masyallah, buku novel perdana saya yang berjudul "Pokemon Loreng" ini buku novel yang bercerita tentang kehidupan dan tantangan untuk menjadi istri prajurit. Buku novel ini juga terbit berkat dorongan dan motivasi dari Bu Kanjeng " Sri Sugiastuti" seorang penulis terkenal dan sangat baik serta rendah hati.  Saya kenal Ibu Kanjeng dari grup menulis 12 PGRI bersama Omjay. Saya sangat senang dan bahagia bisa bergabung di grup menulis 12 ini. Apalagi, ilmu yang diberikan pun sangat bermanfaat s...

Pentigraf "Ikhlas" Oleh: Desi Safitri, S. Pd

Gambar
Pentigraf "Ikhlas" Oleh: Desi Safitri, S. Pd Suara kokok ayam jantan bertalu-talu dari sejak pukul 03.00 WIB tadi, hari sudah memasuki waktu adzan subuh. Raka dengan sigap bangkit dari peranduannya, menuju kamar mandi.  Sepuluh menit berlalu Raka sudah selesai mandi. Rasa sakit yang menyayat di hatinya, masih sangat terasa. Namun, bagi seorang Prajurit pantang untuk menangisi diri.  Selesai bersiap-siap mengenakan baju kaos loreng dan sarung lorengnya, Raka bergegas menuju masjid yang ada di Batalyon. Lumayan jauh jaraknya "Barak Remaja". Saat sedang melintasi komplek Bintara, tampak dari kejauhan ada Wira yang melambaikan tangan pada Raka. Raka pun membalas lambaian itu dengan sikap hormat pada Wira. "Raider!" seru Raka pada Wira "Apa kabar, Raka? "tanya Wira pada Raka.  "Siap. Sehat, Bang! "jawab Raka pada Wira.  "Tetap semangat,ya! Sebagai seorang Prajurit, pantang bagi kita bersedih atau berputus asa!" seru Wira pada Raka....